Menjawab 3 Pertanyaan yg Sering di Tanyakan

Entah berapa kali saya sering menerima pertanyaan-pertanyaan dari Anda yang baru ingin mulai bisnis tapi masih ragu, bingung, dan galau. 

Pertanyaan ini sepertinya perlu saya share tersendiri agar tidak banyak ditanyakan lagi hehehe…

Karena menurut saya jawaban dari pertanyaan ini perlu untuk Anda resapi dan semoga menjadi pencerahan juga untuk saya pribadi dan juga banyak orang.


1. Bisnis Apa Ya?
Banyak orang yang mau mulai bisnis diawali dengan pertanyaan seperti ini, bingung ingin bisnis apa. Menurut saya jika Anda memiliki pertanyaan seperti ini, mulailah bisnis yang Anda memiliki pengetahuan didalamnya. 

Misalkan Anda suka dengan gadget, maka mulailah menjual itu, karena Anda menyukainya dan memiliki pengetahuan didalamnya.

Orang lain akan mudah percaya dengan Anda saat Anda menjual produk yang Anda kuasai ilmunya.
Anda bisa juga memulai dari menjadi reseller suatu produk yang sudah terbukti laku keras di pasaran dan diberikan bimbingan ilmu jualan, sehingga sambil jualan Anda bisa sambil terus upgrade ilmu. 

2. Perlukah Saya DO dari Kuliah?

Karena saya DO dari kuliah, bukan berarti Anda juga harus mengikuti jejak saya. Apalagi menyamakan Anda dengan Mark Zuckerberg atau Steve Jobs. Mereka telah membangun bisnis saat kuliah, dan memilih drop out karena memang bisnisnya sedang running. 

Jika Anda memilih drop out hanya karena ingin mulai bisnis. Anda salah besar!

Perhatikan alasan yang mendasar untuk drop out, kalo cuma karena Anda malas kuliah, maka percayalah Anda tidak akan sukses berbisnis karena bisnis lebih sulit dari kuliah hahaha…

3. Mulai Darimana?

Jika bingung mulai darimana, mulailah dari yang Anda bisa. Jika Anda minim modal ya berarti mulailah bisnis yang minim atau bahkan tanpa modal. Kumpulkan ilmu jualan agar Anda mudah untuk membuat laku produk yang Anda jual.

Jika Anda masih bertanya-tanya, berarti Anda belum meresapi jawaban yang saya berikan, silahkan baca ulang dari atas dengan ketukan lebih lambat. Selamat menikmati ^^

Oiya jangan lupa share tulisan ini ke group yang Anda miliki, juga ke teman-teman Anda. Daripada share berita hoax atau kebencian, lebih baik kita sebarkan hal positif bukan?