CR7 memang pemain dengan skill kelas dunia mengerikan. Gak perlu di jelaskan soal ini. Golnya pun selalu menjadi senjata utama madrid dalam 10 tahun terakhir ini.
Tapi, sebesar apapun pemain, tetaplah lebih besar dari klub itu sendiri. Simple melihatnya, sebelum terjadinya kepindahan pemain ini, CR7 memang anak emas madrid, tapi budaya madrid tetaplah sama.
Soal kapten tim saja misalnya, kapten tim sejak dulu di pilih berdasarkan seberapa lama pemain stay di madrid, dan sampai ronaldo keluar dari madrid, dia masih menjadi kapten ketiga (setelah ramos dan marcelo), padahal ronaldo adalah anak emasnya.
Tapi budaya klub ini tetaplah tidak kalah dengan sang pemain! As simple as that, kan?
Dari tiga poin di atas..
Dari tiga poin di atas..
Ada permainan bisnis yang bahkan bisa kita terapkan langsung untuk bisnis kita saat ini..
Mau tau apa saja?
Mau tau apa saja?
Silahkan nikmati kopinya dulu lalu lanjut membaca tulisan ini ya hehe
POIN PERTAMA dan yang paling penting, madrid menjual pemain ini bukan tanpa alasan pastinya. Dan alasan paling logis tentunya soal investasi madrid sendiri.
Sesuai penjelasan saya di atas, madrid saat ini memang mulai lebih fokus membina pemain mudanya, daripada membeli pemain dengan harga selangit yang sudah "matang".
Sejak tahun 2015an setidaknya, madrid tidak mengeluarkan dana besar lagi, tahun lalu bahkan madrid terhitung klub paling hemat nomer 10 di eropa, tapi juara liga champions. Pola inilah yang sedang di terapkan saat ini, dan semua itu di awali dengan menjual ronaldo!
POIN PERTAMA dan yang paling penting, madrid menjual pemain ini bukan tanpa alasan pastinya. Dan alasan paling logis tentunya soal investasi madrid sendiri.
Sesuai penjelasan saya di atas, madrid saat ini memang mulai lebih fokus membina pemain mudanya, daripada membeli pemain dengan harga selangit yang sudah "matang".
Sejak tahun 2015an setidaknya, madrid tidak mengeluarkan dana besar lagi, tahun lalu bahkan madrid terhitung klub paling hemat nomer 10 di eropa, tapi juara liga champions. Pola inilah yang sedang di terapkan saat ini, dan semua itu di awali dengan menjual ronaldo!

Pendapatan dari menjual ronaldo, juara champions tahun ini, dan pendapatan lainnya tentu arahnya ke arah investasi jangka panjang dan pemain muda menjadi jawabannya.
Artinya, disini posisi sebuah klub (bisnis) ditentukan oleh darah (pendapatan dalam bentuk uang). Dan madrid yang memposisikan diri sebagai murni klub bisnis, ingin memiliki darah yang lebih segar dan tentunya lebih panjang lagi.
Sudah nangkep? Jadi sudahkah kita investasi untuk bisnis kita? hehe
POIN KEDUA adalah dimana posisi sebuah klub (dalam hal ini madrid) tidak ingin membuat sepakbola menjadi membosankan dengan hal hal yang sama itu itu saja. Ada sebuah peningkatan, dan perubahan (scale up/down) dari sini.
Setalah ronaldo dijual ini, tentunya madrid akan mencari pengganti setidaknya sama kualitasnya (meskipun menurut saya susah sih dapetinnya). Dari sini, tentu akan ada sebuah perubahan nyata, entah dari segi teknis sepakbolanya, atau pun dari segi bisnis.
Apalagi, musim depan, madrid akan dilatih orang baru (julen lepetegui). Tentu disini madrid ingin adanya perubahan nyata. Perubahan ini di harapkan juga bisa membuat madrid tidak hanya jago di eropa saja, namun juga di liga spanyol.
Madrid sendiri kalah dominasinya di liga spanyol dengan barcelona. Poin ini tidak bisa di tawar sepertinya ya hehe.
Pertanyannya..
Sudahkah anda membuat perubahan perubahan untuk bisnis anda? Scale up misalnya..
Karena bisnis yang besar bukan melulu tentang pendapatan, tapi juga perkembangan dan perubahannya dari waktu ke waktu!
POIN KETIGA, adalah MADRID sebuah klub yang memaksa sang pemain untuk bertahan. Madrid tetaplah lebih besar dari sang pemain, siapapun pemainnya.
Tapi, dari semua itu, madrid tetaplah menghargai apa yang telah diberikan oleh pemainnya. Sebelum dijual, ronaldo kabarnya sudah di berikan penawaran untuk kontrak barunya, dengan nilai gaji mencapai 30 juta euro (nilai yg sama dengan yg ia dapatkan di juventus).
Tapi sang pemain menolak penawaran itu, dan madrid merasa "it's fine". Dalam posisi ini, madrid memposisikan diri sebagai penjual, dan sang pemain adalah seorang pembeli.
Jika penjual sudah memberikan sebuah penawaran, maka sudah menjadi hak 100% dari pembeli lah menentukan, akan menerimanya (dalam artian kata membeli produk yg di tawarkan), atau menolaknya. Dan posisi ronaldo adalah menolak hal tersebut dan memilih untuk pindah ke juventus.
Setelah itu, sampai disini sang penjual (madrid) tidak serta merta membuat masalah, misalnya memaksa sang pemain untuk bertahan, madrid tidak melakukan itu, justru sebaliknya, sebagai penjual, madrid malah merelakan begitu saja pemainnya pergi ke juventus.
Sikap ini sangat sangat sulit tapi harus dilakukan, dengan begini madrid tetap menghargai jasa sang pemain untuk madrid selama 9 tahun lamanya. Dan ronaldo, yg berposisi sebagai pembeli juga sama seperti madrid, tidak lupa berterima kasih kepada madrid.
Poin ini kadang yang kita lupa menyampaikannya di dalam bisnis kita. Sebagai penjual, kadang kita marah, sebel, "pegel", kepada pembeli yang kita berikan penawaran dari produk produk kita. Padahal itu hak 100% pembeli mau ngapain aja.
Dan sebagai bentuk transaksi apapun yang terjadi di dalam penjual dan pembeli itu, kita harus memberikan terima kasih kepada pembeli (jika posisi lagi jualan), begitu juga sebaliknya. Ini sikap paling susah, kadang tidak susah, tapi lupa hehe
Sampai tulisan ini saya tulis, sudah ada kabar resminya ronaldo ke juventus. Artinya, ronaldo yg berposisi sebagai pembeli sudah membeli penawaran dari juventus..
Banyak sekali pelajaran dari model bisnis yang dijalankan oleh klub yang menjual dan membeli, sekaligus pemain yang terlibat di dalamnya..
Karena bisnis yang besar bukan melulu tentang pendapatan, tapi juga perkembangan dan perubahannya dari waktu ke waktu!
POIN KETIGA, adalah MADRID sebuah klub yang memaksa sang pemain untuk bertahan. Madrid tetaplah lebih besar dari sang pemain, siapapun pemainnya.
Tapi, dari semua itu, madrid tetaplah menghargai apa yang telah diberikan oleh pemainnya. Sebelum dijual, ronaldo kabarnya sudah di berikan penawaran untuk kontrak barunya, dengan nilai gaji mencapai 30 juta euro (nilai yg sama dengan yg ia dapatkan di juventus).
Tapi sang pemain menolak penawaran itu, dan madrid merasa "it's fine". Dalam posisi ini, madrid memposisikan diri sebagai penjual, dan sang pemain adalah seorang pembeli.
Jika penjual sudah memberikan sebuah penawaran, maka sudah menjadi hak 100% dari pembeli lah menentukan, akan menerimanya (dalam artian kata membeli produk yg di tawarkan), atau menolaknya. Dan posisi ronaldo adalah menolak hal tersebut dan memilih untuk pindah ke juventus.
Setelah itu, sampai disini sang penjual (madrid) tidak serta merta membuat masalah, misalnya memaksa sang pemain untuk bertahan, madrid tidak melakukan itu, justru sebaliknya, sebagai penjual, madrid malah merelakan begitu saja pemainnya pergi ke juventus.
Sikap ini sangat sangat sulit tapi harus dilakukan, dengan begini madrid tetap menghargai jasa sang pemain untuk madrid selama 9 tahun lamanya. Dan ronaldo, yg berposisi sebagai pembeli juga sama seperti madrid, tidak lupa berterima kasih kepada madrid.
Poin ini kadang yang kita lupa menyampaikannya di dalam bisnis kita. Sebagai penjual, kadang kita marah, sebel, "pegel", kepada pembeli yang kita berikan penawaran dari produk produk kita. Padahal itu hak 100% pembeli mau ngapain aja.
Dan sebagai bentuk transaksi apapun yang terjadi di dalam penjual dan pembeli itu, kita harus memberikan terima kasih kepada pembeli (jika posisi lagi jualan), begitu juga sebaliknya. Ini sikap paling susah, kadang tidak susah, tapi lupa hehe
Sampai tulisan ini saya tulis, sudah ada kabar resminya ronaldo ke juventus. Artinya, ronaldo yg berposisi sebagai pembeli sudah membeli penawaran dari juventus..
Banyak sekali pelajaran dari model bisnis yang dijalankan oleh klub yang menjual dan membeli, sekaligus pemain yang terlibat di dalamnya..

