Cara Steve Jobs Mengubah Dunia dengan Desain


Puluhan tahun aku hidup, aku ga pernah benar-benar tertarik dengan desain.

Apa yang kamu pikirkan tentang desain?

Bisa photoshop?

Bisa menggambar?

Itu yang ada di pikiranku selama ini.

Ternyata kalau kita kuliah di desain, cabangnya sendiri luas sekali.. bikin video pun itu termasuk desain.

Dan salah satu hal yang sangat penting bagi sebuah perusahaan, adalah mendesain produk.. mulai dari ide, coret-coretan, sampai akhirnya menjadi produk yang nyata.

Aku sudah mendengar tentang perkataan steve jobs pada desain



"Most people make the mistake of thinking design is what it looks like. That’s not what we think design is. It’s not just what it looks like and feels like. Design is how it works

dan aku mengetahuinya bertahun-tahun yang lalu.. tapi aku tidak pernah benar-benar memperdulikannya, maksudnya apa juga ga ngerti.. aku pun tidak pernah benar-benar menyukai steve jobs.. fyi aku pun bukan apple fanboy

waktu pun berlalu begitu saja

Saat pertama kali aku membuat Managix, sebuah software yang menjalankan Facebook Ads, aku tidak benar-benar ikut dalam mendesain Managix itu sendiri kecuali hanya masalah fitur demi fitur, yang bisa aku berikan masukan adalah fitur ini, itu

Dan begitu banyak desainer di Pixel House Studio, tidak ada yang benar-benar punya background UX designer

aku kira memang harus khusus belajar disana untuk bisa memahaminya

Managix di launch ke public sekitar mei 2017 dan sampai saat ini sudah lebih dari 400 user yang menggunakan Managix, yang total spent iklannya sudah diatas 40 milyar rupiah.. jumlah yang tidak sedikit

So it has worked really well

Tapi.. aku selalu merasa ada yang kurang.. dan itu bukanlah masalah fitur.. bahkan ada beberapa fitur yang aku kurangi karena Managix menjadi tool yang sekedar "lengkap" tapi tidak benar-benar smooth

Kami melakukan desain ulang pada Managix, sudah sejak akhir tahun lalu, tapi tidak pernah benar-benar kami aplikasikan, karena sepertinya ada yang kurang

desain kami hanya menitikberatkan pada satu hal yaitu "pokoknya stylenya jangan sama dengan Facebook" karena di awal-awal kami sangat meniru Facebook

Aku lupa entah darimana inspirasi itu datang.. aku mulai memahami tentang hal yang aku sebut "flow" atau "logical progression" dimana aku tahu urutan-urutan yang cenderung lebih tepat untuk dilakukan terlebih dahulu pada banyak hal

misal

Apabila kita punya 10 pekerjaan, bagaimana caranya "memprioritaskan" atau menyelesaikan semuanya dalam waktu yang paling cepat dan tentu saja dengan cara yang paling efektif

aku tahu alasan persisnya kenapa A harus dilakukan terlebih dahulu dibanding B, bukan hanya masalah mengerjakan yang paling penting

tapi karena memang hal tertentu harus dilakukan lebih dahulu dibanding yang lainnya sehingga tidak mengganggu jalan keseluruhan dari tugas-tugasnya

Atau apabila ada 10 pekerjaan yang harus dibereskan dalam waktu 2 jam misalnya, dan aku tahu bahwa itu impossible dilakukan sama diriku sendiri, maka aku akan membaginya ke banyak orang sesuai dengan kelebihan masing-masing sehingga 10 pekerjaan tsb beres dalam 2 jam

Badanku sudah hafal tentang hal-hal seperti ini.. tapi pikiranku tidak pernah benar-benar sadar bahwa kemampuan ini ada, atau kenapa kemampuan ini penting dalam menyelesaikan banyak hal

dan di desain.. ada yang disebut steve jobs di filmnya berkali-kali "How Mind Works

Kalau di UX design sering memahami tentang human behaviour.. dan kita bisa melakukannya bahkan tanpa bertanya kepada penggunanya

Steve Jobs

“Some people say, "Give the customers what they want." But that's not my approach. Our job is to figure out what they're going to want before they do

I think Henry Ford once said, "If I'd asked customers what they wanted, they would have told me, 'A faster horse!'" People don't know what they want until you show it to them. That's why I never rely on market research. Our task is to read things that are not yet on the page

Dan itu TRULY TRUE

apabila aku bertanya ke user, maka mereka akan bilang MORE Fe